Jepara -
Pesisir utara Jawa Tengah memiliki deretan pantai yang mempesona. Salah satunya
adalah Pantai Bandengan di Jepara. Pantai ini cocok sekali untuk dikunjungi
pada akhir pekan bersama teman-teman.
Pantai Tirta Samodra yang lebih dikenal dengan nama Pantai Bandengan, merupakan
salah satu favorit wisatawan yang berkunjung ke Jepara. Dari pusat Kota Jepara,
pantai ini berjarak sekitar 7 km.
detikTravel berkunjung ke pantai ini beberapa waktu lalu. Saya berlibur bersama
beberapa teman. Jalanan menuju Pantai Bandengan tergolong bagus, sehingga kami
bisa dengan mudah berkunjung dengan kendaraan bermotor. Tiket masuk juga cukup
terjangkau, hanya sekitar Rp 5.000 per orang.
Pantai ini memiliki pasir putih yang menawan dan air laut yang jernih. Banyak
kegiatan menarik yang bisa dilakukan selama berada di pantai. Seperti bermain
banan boat, jet ski, kano, serta keliling pinggiran pantai dengan ATV dan
sepeda.
Ada juga perahu nelayan yang bisa disewa menuju ke Pulau Panjang. Pantai ini
juga asyik untuk berenang, tetapi tetap harus memperhatikan besarnya ombak
terlebih dahulu.
Pada bulan-bulan tertentu, ombak di Pantai Bandengan cukup besar sehingga
kurang tepat untuk berenang. Kebetulan waktu itu saya berkunjung ketika ombak
sedang tidak bersahabat.
Tetapi tak apa, karena hanya dengan bermain pasir di pinggir pantai sambil
menikmati panorama sekitar juga sudah cukup menyenangkan. Jika lapar, tak jauh
dari pinggiran pantai ada warung makanan khas Jawa yang lezat. Pastinya, pantai
ini bisa menjadi alternatif liburan ke Jepara selain ke Karimun Jawa.
Setiap saat dalam hidup kita adalah sebuah titik balik yang bisa digunakan untuk merubah hidup dengan melakukan sesuatu yang baru
Sabtu, 21 Maret 2015
Penghasilan Perajin Batu Akik Kalahkan Gaji PNS
TEMPO.CO , Kupang: Kelompok pemuda
pengrajin batu akik, Gicok, menggelar pelatihan batu akik di Kupang, Nusa
Tenggara Timur (NTT), bagi pemburu batu akik di daerah itu. Selain pelatihan,
mereka juga memamerkan batu-batu yang masih utuh untuk dipotong menjadi batu
akik.
"Pelatihan ini untuk membuka lapangan kerja baru bagi pemuda di daerah ini," kata koordinator pelatihan batu akik Roni Fernandes kepada Tempo, Jumat, 20 Maret 2015.
Para pemuda ini, menurut Roni, dilatih cara memotong dan menggosok batu asal Nusa Tenggara Timur. Batu itu akan dijadikan sebagai akik yang bisa dijual dengan harga berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per buahnya.
Roni mengatakan batu yang ada di NTT tidak kalah dengan batu-batu yang ditemukan di pulau Jawa, seperti akik, permata dan batu bacan. Batu bacan sangat banyak di NTT, seperti blueoval dan blackoval. Karena itu, Roni menganggap NTT punya potensi batu yang cukup bagus.
Dari pelatihan ini, kata Roni, para pemuda bisa membuka lapangan kerja baru dengan membuka lapak di sejumlah daerah di NTT. Di Kupang, misalnya, seorang pengrajin batu akik bisa menghasilkan Rp1,5 juta hingga Rp 2 juta. "Penghasilan ini sebulan bisa mengalahkan gaji PNS," kata Roni, yang tak menjelaskan gaji pegawai negeri golongan berapa yang dibandingkan.
Pelatihan akan digelar hingga Sabtu, 21 Maret 2015. Selain pelatihan, pemuda juga menjual batu akik sesuai keinginan pemburu di daerah ini. "Ada juga yang dijual kepada konsumen," katanya.
"Pelatihan ini untuk membuka lapangan kerja baru bagi pemuda di daerah ini," kata koordinator pelatihan batu akik Roni Fernandes kepada Tempo, Jumat, 20 Maret 2015.
Para pemuda ini, menurut Roni, dilatih cara memotong dan menggosok batu asal Nusa Tenggara Timur. Batu itu akan dijadikan sebagai akik yang bisa dijual dengan harga berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per buahnya.
Roni mengatakan batu yang ada di NTT tidak kalah dengan batu-batu yang ditemukan di pulau Jawa, seperti akik, permata dan batu bacan. Batu bacan sangat banyak di NTT, seperti blueoval dan blackoval. Karena itu, Roni menganggap NTT punya potensi batu yang cukup bagus.
Dari pelatihan ini, kata Roni, para pemuda bisa membuka lapangan kerja baru dengan membuka lapak di sejumlah daerah di NTT. Di Kupang, misalnya, seorang pengrajin batu akik bisa menghasilkan Rp1,5 juta hingga Rp 2 juta. "Penghasilan ini sebulan bisa mengalahkan gaji PNS," kata Roni, yang tak menjelaskan gaji pegawai negeri golongan berapa yang dibandingkan.
Pelatihan akan digelar hingga Sabtu, 21 Maret 2015. Selain pelatihan, pemuda juga menjual batu akik sesuai keinginan pemburu di daerah ini. "Ada juga yang dijual kepada konsumen," katanya.
Iuran BPJS Diperkirakan Bakal Naik
JAKARTA – Peserta BPJS Kesehatan harus siap-siap
menyiapkan tambahan dana untuk membayar iuran bulanan. Sebab, ada kemungkinan
nilai iuran BPJS Kesehatan mengalami kenaikan.
Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan Fajriadinur
mengatakan, selama ini terdapat miss
match antara pemasukan iuran dan pengeluaran
BPJS Kesehatan pada tahun 2014.
"Terjadi selisih di antara keduanya sekitar Rp 2
trilliun lebih. Iuran BPJS Kesehatan totalnya hampir Rp 41 triliun, sedangkan
pengeluarannya mencapai hampir Rp 43 triliun," terangnya dalam sebuah
diskusi di Jakarta, Minggu (21/3).
Namun, dia menambahkan, untuk menaikkan iuran BPJS,
masih harus dilakukan evaluasi dan penghitungan ulang. "Kami (dewan
jaminan nasional, Kemenkes, dan BPJS Kesehatan) akan menghitung (pemasukan dan
pengeluaran) sesuai permintaan presiden," kata Fajri.
Setelah penghitungan ulang, dewan jaminan nasional
yang akan mengusulkan tentang ada tidaknya kenaikan iuran tersebut. Mulai dari
kelas hingga sektor mana yang akan mengalami kenaikan.
Fajri menegaskan, saat ini evaluasi tersebut masih
dalam tahap proses dan koordinasi. "Dan nanti pada akhir Maret akan
bertemu dengan semua pihak yang bersangkutan dan langsung dilaporkan ke
Bappenas,” jelasnya. (Rehdian
Khartika/fal)
Jumat, 20 Maret 2015
Hati-hati, Obat Jenis Ini Merusak Ginjal Jika Dikonsumsi Jangka Panjang
Jakarta, Selama ini orang menganggap mengonsumsi
obat dalam jangka panjang dapat berbahaya bagi fungsi ginjal. Padahal faktanya
tak semua obat memiliki efek seperti itu, hanya pada jenis-jenis obat tertentu
saja.
Dibenarkan oleh konsultan ginjal dan hipertensi dari RSCM Jakarta, Prof DR dr Parlindungan Siregar, SpPD-KGH, bahwa tidak mengonsumsi obat anti nyeri merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan ginjal.
"Hati-hati mengonsumsi obat penghilang nyeri khususnya golongan NSAID atau obat pereda nyeri golongan antiinflamasi nonsteroid. Yang beredar sekarang kan orang-orang takut minum obat karena takut ginjalnya rusak. Sebenarnya yang merusak itu yang golongan NSAID, obat-obat lain tidak merusak ginjal," jelas Prof Parlindungan dan ditulis pada Jumat (13/3/2015).
Obat-obatan yang dimaksud oleh Prof Parlindungan ini adalah pereda nyeri otot dan sendi, termasuk rematik. Misalnya ada seseorang punya penyakit rematik atau sakit otot, lalu sering minum obat anti-nyeri.
Baca juga: Tak Bisa Sembuh dan Tak Bergejala, Penyakit Ginjal Kronik Bisa Dicegah Kok
"Itu boleh diminum kalau perlu, jangan setiap sakit minum. Kebiasaan seperti ini bisa mengganggu," papar profesor yang juga merupakan Guru Besar Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini.
Menurutnya, obat-obatan golongan NSAID ini umumnya mengandung zat yang bersifat antiprostaglandin, sehingga membuat aliran darah ke ginjal terganggu dan menjadi berkurang. Agar nyeri otot bisa teratasi namun tak mengganggu fungsi ginjal, Prof Parlindungan berpesan sebaiknya Anda menggunakan obat golongan NSAID yang berupa gel atau obat gosok saja.
"Untuk orang-orang dengan kondisi ginjal yang masih normal, penggunaan obat ini masih tergolong aman, asalkan tidak dalam jangka panjang. Tetapi untuk mereka dengan penyakit ginjal kronik, konsumsi obat golongan NSAID itu kontraindikasi," tegas Prof Parlindungan.
Sementara itu, bagi mereka dengan hipertensi atau diabetes yang diharuskan mengonsumsi obat dalam jangka panjang, tak perlu khawatir. Prof Parlindungan mengungkapkan obat-obatan tersebut menurut tidak termasuk dalam obat golongan NSAID. Begitu juga dengan parasetamol, sehingga konsumsi obat jenis ini tak akan merusak ginjal.
Baca juga: Mau Tahu Tubuh Kurang Minum atau Tidak? Cek Saja Warna Urine
Dibenarkan oleh konsultan ginjal dan hipertensi dari RSCM Jakarta, Prof DR dr Parlindungan Siregar, SpPD-KGH, bahwa tidak mengonsumsi obat anti nyeri merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan ginjal.
"Hati-hati mengonsumsi obat penghilang nyeri khususnya golongan NSAID atau obat pereda nyeri golongan antiinflamasi nonsteroid. Yang beredar sekarang kan orang-orang takut minum obat karena takut ginjalnya rusak. Sebenarnya yang merusak itu yang golongan NSAID, obat-obat lain tidak merusak ginjal," jelas Prof Parlindungan dan ditulis pada Jumat (13/3/2015).
Obat-obatan yang dimaksud oleh Prof Parlindungan ini adalah pereda nyeri otot dan sendi, termasuk rematik. Misalnya ada seseorang punya penyakit rematik atau sakit otot, lalu sering minum obat anti-nyeri.
Baca juga: Tak Bisa Sembuh dan Tak Bergejala, Penyakit Ginjal Kronik Bisa Dicegah Kok
"Itu boleh diminum kalau perlu, jangan setiap sakit minum. Kebiasaan seperti ini bisa mengganggu," papar profesor yang juga merupakan Guru Besar Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini.
Menurutnya, obat-obatan golongan NSAID ini umumnya mengandung zat yang bersifat antiprostaglandin, sehingga membuat aliran darah ke ginjal terganggu dan menjadi berkurang. Agar nyeri otot bisa teratasi namun tak mengganggu fungsi ginjal, Prof Parlindungan berpesan sebaiknya Anda menggunakan obat golongan NSAID yang berupa gel atau obat gosok saja.
"Untuk orang-orang dengan kondisi ginjal yang masih normal, penggunaan obat ini masih tergolong aman, asalkan tidak dalam jangka panjang. Tetapi untuk mereka dengan penyakit ginjal kronik, konsumsi obat golongan NSAID itu kontraindikasi," tegas Prof Parlindungan.
Sementara itu, bagi mereka dengan hipertensi atau diabetes yang diharuskan mengonsumsi obat dalam jangka panjang, tak perlu khawatir. Prof Parlindungan mengungkapkan obat-obatan tersebut menurut tidak termasuk dalam obat golongan NSAID. Begitu juga dengan parasetamol, sehingga konsumsi obat jenis ini tak akan merusak ginjal.
Baca juga: Mau Tahu Tubuh Kurang Minum atau Tidak? Cek Saja Warna Urine
Menteri Anies Kaget Ada Buku Agama Bermuatan Ajaran ISIS
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies
Baswedan mengaku kaget dengan adanya buku Pendidikan Agama Islam kelas XI di
Jombang yang memuat ajaran garis keras. Peredaran buku yang meresahkan guru dan
orangtua murid itu, menurut Anies, hanya berlangsung selama tiga bulan.
Kementerian Pendidikan
kala itu belum melakukan verifikasi dengan baik. Atas dasar itu, Anies pada
Desember lalu mengirimkan surat perintah penundaan pelaksanaan Kurikulum 2013
(K-13) ke sekolah-sekolah.
"Jadi, buku ini
buku yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kok bisa? Bahkan
waktu itu ada yang mengawasi dan mengirimkan surat ke kementerian bahwa buku
ini ada masalah substansi. Sementara itu, reviewer malah
mengatakan tidak sanggup karena waktunya terlalu mepet. Sekarang kita
menyaksikan masalahnya," ujar Anies, saat ditemui di Kantor Kementerian
ESDM, Jumat (20/3/2015).
Setelah mengeluarkan
surat penundaan pelaksanaan Kurikulum 2013, Anies mengatakan bahwa pihaknya
akan melakukan reviewatau tinjauan terhadap buku-buku yang
diterbitkan kementerian. Menurut Anies, munculnya kasus ini menunjukkan
implementasi kurikulum yang terlalu terburu-buru.
"Ini adalah salah
satu contoh implementasi (ketika) kurikulum dipercepat. 'Bukunya pokoknya harus
jadi'. Kalau agama, banyak orang ingin mengetahui. Coba kalau isinya buku
matematika, fisika, kimia. Kalau salah, bagaimana coba?" ujar Anies.
"Itulah kenapa,
seperti yang saya katakan, perubahan kurikulum jangan main-main. Sekarang kami review bukunya,
kami berikan waktu cukup. Begitu barangnya jadi, kami berikan ke
anak-anak," kata dia.
Anies mengatakan,
buku-buku yang bermasalah akan ditarik dan ditinjau. Menurut
catatan Kemdikbud, setidaknya ada 200 judul buku yang belum rampung untuk
diverifikasi, tetapi sudah menjadi pegangan belajar para pelajar. "Ini
warisan masalah, kitaberesin dengan baik," ujar Anies.
Sebelumnya dikabarkan,
para guru agama dan orangtua murid resah karena ajaran radikalisme ala Negara
Islam Irak dan Suriah atau ISIS masuk dalam Buku Pendidikan Agama Islam
Kelas XI SMAyang beredar di sejumlah sekolah di Jombang.
Menurut halaman 78 buku tersebut, orang yang menyembah selain Allah atau non-Muslim boleh dibunuh. Ajaran tersebut tidak jauh berbeda dengan yang diyakini dan dipraktikkan jaringan ISIS selama ini.
Menurut halaman 78 buku tersebut, orang yang menyembah selain Allah atau non-Muslim boleh dibunuh. Ajaran tersebut tidak jauh berbeda dengan yang diyakini dan dipraktikkan jaringan ISIS selama ini.
Buku tersebut salah
satunya ditemukan di SMA Negeri 1 Jombang, Jawa Timur. Sekolah tersebut
menerima buku Buku Pendidikan Agama Islam Kelas XI SMA pekan
lalu. Buku tersebut diterbitkan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).
"Buku yang juga
berisi lembar kerja itu sudah kami bagikan kepada siswa," ujar Mukani,
guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Jombang kepada Surya,
Kamis (19/3/2015).
Rabu, 18 Maret 2015
Silakan Diuji, Apakah Pendengaran Anda Mulai Terganggu
KOMPAS.com - Kaum pria ternyata lebih banyak yang mengalami kehilangan pendengaran
pada satu telinganya. Dibandingkan dengan wanita, diperkirakan pria 5 kali
lebih mungkin mengalaminya. Faktor usia merupakan salah satu faktornya.
Kerusakan permanen pada sel-sel rambut luar terjadi akibat paparan suara terlalu keras. Padahal sel rambut ini berperan penting dalam memperbesar suara dari luar.
"Kerusakan karena kebisingan akan bersifat akumulatif sepanjang hidup," kata Direktur Audiology & Newborn Hearing Screening di UCLA Health System, Alison Grimes.
Bertambahnya umur juga berarti kita lebih banyak terpapar suara yang sifatnya merusak. Sebut saja suara klakson di jalan raya, mesin-mesin industri, pesawat terbang, dan sebagainya.
Grimes mengatakan, kebiasaan kita sehari-hari, misalnya mendengarkan lewat earphone dengan suara nyaring, juga bisa membuat telinga lebih cepat tua.
Tidak ada satupun orang yang tidak mengalami ganggan pendengaran dalam hidupnya, dan tak ada yang kebal dari kerusakannya. Namun mudah untuk mengurangi kerusakannya dengan melakukan beberapa hal.
1. Sebisa mungkin jauhi suara yang terlalu nyaring.
2. Matikan televisi atau pemutar musik meskipun tidak terlalu keras bagi Anda.
3. Beri jeda sekitar 10 menit usai durasi panjang terpapar suara keras.
4. Hindari paparan suara frekuensi rendah dalam jangka panjang, atau suara frekuensi tinggi dalam jangka pendek.
"Bila Anda khawatir dengan kesehatan telinga, cari bantuan dari dokter atau audiolog berlisensi. Pertimbangkan tes dasar pendengaran Anda ketika menyentuh 55 tahun atau sudah merasa kemampuan telinga Anda menurun," ujar Direktur Audiology Clinic di Purdue University, Shannon Van Hyfte.
Namun apabila Anda hanya penasaran untuk menguji kemampuan pendengaran atau mencurigai ada sesuatu pada telinga Anda, periksa dengan tes ringkas yang bisa Anda lakukan sendiri.
1. Datangi lingkungan luar
Ambil beberapa langkah di luar dan dengarkan lingkungan sekitar Anda. Van Hyte menjelaskan, bila pendengaran Anda seimbang, Anda seharusnya bisa mendengar suara alam yang halus, seperti suara gemerisik daun. Orang dengan kemampuan pendengaran yang buruk biasanya tidak bisa mendengar suara tersebut.
2. 'Pinjam' telinga orang lain
Menilai pendengaran Anda terkadang membutuhkan lebih dari dua telinga. Mintalah teman Anda untuk 'meminjamnya'.
Tanya tentang kemampuan mendengarnya dan buat percakapan tentang pasangan di restoran atau berita di televisi. Tidak cukup bagus bila Anda mampu mendengar orang berbicara, tetapi juga mendengar apa yang mereka katakan. (Purwandini Sakti Pratiwi)
Kerusakan permanen pada sel-sel rambut luar terjadi akibat paparan suara terlalu keras. Padahal sel rambut ini berperan penting dalam memperbesar suara dari luar.
"Kerusakan karena kebisingan akan bersifat akumulatif sepanjang hidup," kata Direktur Audiology & Newborn Hearing Screening di UCLA Health System, Alison Grimes.
Bertambahnya umur juga berarti kita lebih banyak terpapar suara yang sifatnya merusak. Sebut saja suara klakson di jalan raya, mesin-mesin industri, pesawat terbang, dan sebagainya.
Grimes mengatakan, kebiasaan kita sehari-hari, misalnya mendengarkan lewat earphone dengan suara nyaring, juga bisa membuat telinga lebih cepat tua.
Tidak ada satupun orang yang tidak mengalami ganggan pendengaran dalam hidupnya, dan tak ada yang kebal dari kerusakannya. Namun mudah untuk mengurangi kerusakannya dengan melakukan beberapa hal.
1. Sebisa mungkin jauhi suara yang terlalu nyaring.
2. Matikan televisi atau pemutar musik meskipun tidak terlalu keras bagi Anda.
3. Beri jeda sekitar 10 menit usai durasi panjang terpapar suara keras.
4. Hindari paparan suara frekuensi rendah dalam jangka panjang, atau suara frekuensi tinggi dalam jangka pendek.
"Bila Anda khawatir dengan kesehatan telinga, cari bantuan dari dokter atau audiolog berlisensi. Pertimbangkan tes dasar pendengaran Anda ketika menyentuh 55 tahun atau sudah merasa kemampuan telinga Anda menurun," ujar Direktur Audiology Clinic di Purdue University, Shannon Van Hyfte.
Namun apabila Anda hanya penasaran untuk menguji kemampuan pendengaran atau mencurigai ada sesuatu pada telinga Anda, periksa dengan tes ringkas yang bisa Anda lakukan sendiri.
1. Datangi lingkungan luar
Ambil beberapa langkah di luar dan dengarkan lingkungan sekitar Anda. Van Hyte menjelaskan, bila pendengaran Anda seimbang, Anda seharusnya bisa mendengar suara alam yang halus, seperti suara gemerisik daun. Orang dengan kemampuan pendengaran yang buruk biasanya tidak bisa mendengar suara tersebut.
2. 'Pinjam' telinga orang lain
Menilai pendengaran Anda terkadang membutuhkan lebih dari dua telinga. Mintalah teman Anda untuk 'meminjamnya'.
Tanya tentang kemampuan mendengarnya dan buat percakapan tentang pasangan di restoran atau berita di televisi. Tidak cukup bagus bila Anda mampu mendengar orang berbicara, tetapi juga mendengar apa yang mereka katakan. (Purwandini Sakti Pratiwi)
Banyak Anak Terpapar Asap Rokok, Indonesia Bisa Punya Generasi Cebol
Jakarta, Rokok bisa
mengganggu pertumbuhan anak-anak, termasuk menyebabkan stunting (anak tumbuh
pendek). Jika jumlah anak perokok atau yang terpapar asap rokok kian bertambah,
tak menutup kemungkinan anak-anak Indonesia bisa tumbuh pendek alias cebol.
Hal tersebut diungkapkan Kartono Muhammad, selaku dewan penasihat Komnas Pengendalian Tembakau. Ia menyebut berdasarkan data Riskesdas tahun 2007, anak yang terpapar asap rokok akan memiliki pertumbuhan badan yang tidak optimal dan mengalami stunting.
"Jadi bisa dibayangkan anak kita kelak adalah generasi cebol. Jangankan menjadi tentara misal, jadi atlet saja susah. Karena kapasitas paru anak-anak dipapar asap rokok tidak mungkin bisa berkembang sempurna, napasnya pendek sehingga kita tidak mungkin punya atlet yang berkualitas karena mudah kehabisan napas," terang Kartono.
Baca juga: Pasang Surut 'Kemesraan' Anak-anak Indonesia dengan Rokok
"Kita punya generasi yang inferior. Mustahil bangsa perokok menjadi bangsa olahragawan," imbuh Kartono di sela-sela konferensi pers 'Negara Tidak Hadir Melindungi Anak' di Kantor Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jl. Samratulangie, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2015).
Kartonon menegaskan jika pemerintah tetap membiarkan rokok dipasarkan dengan target anak dan remaja, maka berarti pemerintah lebih senang melindungi industri rokok daripada melindungi anak-anak Indonesia. "Banyak anak merokok, pemerintah biarkan industri rokok secara sadar dan sengaja menghancurkan bangsa ini. Padahal industri rokok sendiri tahu rokok berbahaya dan bisa menghancurkan generasi muda," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, dr Hakim Sorimuda Pohan, Sp.OG selaku pengurus Komnas Pengendalian Tembakau menuturkan di Indonesia, di semua tempat orang boleh merokok. Kecuali di kawasan tanpa rokok (KTR) yaitu tempat layanan kesehatan, tempat belajar mengajar, tempat ibadah , tempat main anak, tempat kerja, ruangan umum, dan kendaraan umum. Maka dari itu ia menegaskan Pemda wajib menetapkan KTR
Hal tersebut diungkapkan Kartono Muhammad, selaku dewan penasihat Komnas Pengendalian Tembakau. Ia menyebut berdasarkan data Riskesdas tahun 2007, anak yang terpapar asap rokok akan memiliki pertumbuhan badan yang tidak optimal dan mengalami stunting.
"Jadi bisa dibayangkan anak kita kelak adalah generasi cebol. Jangankan menjadi tentara misal, jadi atlet saja susah. Karena kapasitas paru anak-anak dipapar asap rokok tidak mungkin bisa berkembang sempurna, napasnya pendek sehingga kita tidak mungkin punya atlet yang berkualitas karena mudah kehabisan napas," terang Kartono.
Baca juga: Pasang Surut 'Kemesraan' Anak-anak Indonesia dengan Rokok
"Kita punya generasi yang inferior. Mustahil bangsa perokok menjadi bangsa olahragawan," imbuh Kartono di sela-sela konferensi pers 'Negara Tidak Hadir Melindungi Anak' di Kantor Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jl. Samratulangie, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2015).
Kartonon menegaskan jika pemerintah tetap membiarkan rokok dipasarkan dengan target anak dan remaja, maka berarti pemerintah lebih senang melindungi industri rokok daripada melindungi anak-anak Indonesia. "Banyak anak merokok, pemerintah biarkan industri rokok secara sadar dan sengaja menghancurkan bangsa ini. Padahal industri rokok sendiri tahu rokok berbahaya dan bisa menghancurkan generasi muda," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, dr Hakim Sorimuda Pohan, Sp.OG selaku pengurus Komnas Pengendalian Tembakau menuturkan di Indonesia, di semua tempat orang boleh merokok. Kecuali di kawasan tanpa rokok (KTR) yaitu tempat layanan kesehatan, tempat belajar mengajar, tempat ibadah , tempat main anak, tempat kerja, ruangan umum, dan kendaraan umum. Maka dari itu ia menegaskan Pemda wajib menetapkan KTR
Baca juga: Sehari 2 Bungkus, 'Marlboro Boys'
dari Sukabumi Merokok Sejak Umur 4 Tahun
"Ini saja bisa dipenuhi, peradaban rokok kita mendingan. Di negara lain, di mana pun tidak boleh merokok kecuali di tempat khusus bagi orang merokok," kata dr Hakim. Ia juga menyinggung soal narkoba yang disebut merupakan 1 genus yang terdiri dari 3 'spesies' yaitu narkotika, psikotropika dan bahan adiktif.
"Korban yang sering disuarakan 40-50 manusia Indonesia meninggal tiap harinya karena narkoba. Sedangkan, 660 orang tiap hari meninggal karena penyakit yang berhubungan dengan rokok, tiap jam 27 orang. Jadi begitu dahsyat kematian akibat rokok melebihi narkoba," kata dr Hakim.
Apalagi, bersasarkan riskesdas dan riset lainnya selama 10 tahun terakhir ditemukan bahwa perookok anak usia 10-18 tahun per tahun meningkat jumlahnya sebanyak 16-17%. dr Hakim menuturkan jika kesadaran akan bahaya rokok berhasil ditingkatkan, maka pertambahan perokok bisa dikurangi meskipun tidak langsung menjadi 0%.
"Anggaran kampanye dan motivasi tinggi, bisa turun 1%. Sehingga butuh waktu 17 tahun untuk menekan angka ini menjadi 0%. Jadi petani tembakau tidak akan gulung tikar," pungkas dr Hakim.
"Ini saja bisa dipenuhi, peradaban rokok kita mendingan. Di negara lain, di mana pun tidak boleh merokok kecuali di tempat khusus bagi orang merokok," kata dr Hakim. Ia juga menyinggung soal narkoba yang disebut merupakan 1 genus yang terdiri dari 3 'spesies' yaitu narkotika, psikotropika dan bahan adiktif.
"Korban yang sering disuarakan 40-50 manusia Indonesia meninggal tiap harinya karena narkoba. Sedangkan, 660 orang tiap hari meninggal karena penyakit yang berhubungan dengan rokok, tiap jam 27 orang. Jadi begitu dahsyat kematian akibat rokok melebihi narkoba," kata dr Hakim.
Apalagi, bersasarkan riskesdas dan riset lainnya selama 10 tahun terakhir ditemukan bahwa perookok anak usia 10-18 tahun per tahun meningkat jumlahnya sebanyak 16-17%. dr Hakim menuturkan jika kesadaran akan bahaya rokok berhasil ditingkatkan, maka pertambahan perokok bisa dikurangi meskipun tidak langsung menjadi 0%.
"Anggaran kampanye dan motivasi tinggi, bisa turun 1%. Sehingga butuh waktu 17 tahun untuk menekan angka ini menjadi 0%. Jadi petani tembakau tidak akan gulung tikar," pungkas dr Hakim.
Langganan:
Postingan (Atom)









