Powered By Blogger

Sabtu, 11 April 2015

Ini Efek Kebiasaan Santap Ceker Ayam

VIVA.co.id -  Suka menyantap ceker ayam, ini akibatnya yang harus ditanggung oleh para penyukanya akan dibagikan kali ini. Kenyataannya, tidak semua orang hanya terpaku pada bagian dada dan paha ayam saja, banyak juga yang suka makan bagian cekernya karena memang bagi mereka super nikmat meski dagingnya sedikit. Hanya saja, penasaran juga apakah ceker ayam baik bagi tubuh kita.

Suka Menyantap Ceker Ayam, Ini Akibatnya yang Perlu Diperhatikan
Ceker Ayam Ternyata Baik untuk Kesehatan karena Kandungan Zat Kapurnya
Ceker ayam ternyata tidak sesederhana hanya enak di makan saja, tapi ternyata oke juga untuk kesehatan karena mengandung zat kapur. Bagi yang belum tahu, zat kapur sangat bermanfaat bagi penderita reumatik. Justru malah ceker ayam inilah yang dianjurkan untuk dikonsumsi oleh mereka yang memiliki sakit reumatik. Dengan konsumsi yang teratur maka reumatik akan berhasil disembuhkan karena kandungan zat kapur yang dibutuhkan tubuh sudah cukup terpenuhi.

Ceker Ayam Mengandung Kolagen
Mungkin beberapa dari kita belum begitu mengerti tentang apa itu kolagen dan apakah berarti akibat menyantap ceker ayam itu baik. Kolagen dikenal sebagai salah satu jenis protein yang dibentuk dari hydrogen, oksigen dan karbon dan terdiri dari asam amino; Arginine, Hydroxyproline, dan Glycine. Jaringan tubuh manusia, seperti halnya kuku, rambut, tulang rawan, otot, tendon, tulang, dan kulit didukung dan dihubungkan oleh kolagen. Ini pun juga fakta bahwa kolagenlah yang membentuk kulit kita sebanyak 75% dan bahkan kolagen itu sendiri ada dalam tubuh kita sekitar 33%.

Itu artinya, menyantap ceker ayam tidak pernah salah apalagi bagi wanita yang ingin memiliki kulit mulus dan cantik karena kandungan kolagennya mampu memenuhi keinginan tersebut. Ini dia beberapa manfaat kolagen yang bisa disimak.
- Kemerahan karena kulit yang sensitif atau kena radang bisa dikurangi.
- Kulit menjadi lebih lembut dan cerah.
- Kulit menjadi lebih kenyal seperti halnya kulit bayi.
- Elastisitas dan kekencangan kulit ditingkatkan.
- Keriput dan garis-garis kecil tanda-tanda penuaan dini bisa dikurangi.
- Sistem pembuluh darah menjadi lebih kuat dan lancarnya peredaran darah juga merupakan keuntungan menyantap ceker ayam.
- Bekas jerawat bisa dihilangkan dan dicegah untuk kembali.
- Kulit yang tadinya pecah-pecah dan sangat kering bisa dijadikan kembali halus dan normal.
- Timbulnya jerawat bakal dicegah dan bagi yang sedang berjerawat, penyembuhan akan lebih cepat ketika kulit mengonsumsi kolagen.
- Warna kulit yang kurang merata akan lebih merata dan bersinar.
- Bagian-bagian tubuh yang terlihat hitam akan menjadi lebih putih, seperti bagian siku, ketiak, dan bibir pun juga bisa jadi merah muda yang tadinya banyak pigmen hitamnya.


Ceker Ayam untuk Obat Arthritis karena Kandungan Kartilagonya
Manfaat menyantap ceker ayam tidak hanya sampai situ saja karena ternyata ada kandungan lain yang baik bagi penderita arthritis, yaitu kandungan kartilago yang memainkan peran besar bagi sendi-sendi tubuh kita. Kartilago ini merupakan nutrisi yang tidak boleh dilewatkan oleh tubuh karena sendi-sendi kita dilancarkan oleh kandungan tersebut. Rasa sakit yang biasanya timbul akibat arthritis bisa diminimalisir dengan kartilago.
Di Cina, ceker ayam sering menjadi bahan tambahan untuk menu sup mereka karena memang dipercaya bahwa dengan menyantapnya bakal awet muda. Selain itu, para ahli bela diri di sana juga memakan ceker ayam dengan teratur karena pergerakan mereka bisa menjadi lebih lancar. Suka menyantap ceker ayam, ini akibatnya apabila mengonsumsinya sering-sering atau malah setiap hari; sepertinya beberapa dari Anda mulai tertarik untuk mencobanya.



Jumat, 10 April 2015

Menjamah Awan di Bukit Pergasingan

LOMBOK bukan cuma pantai. Pulau kecil itu dikaruniai keindahan alam yang lengkap. Di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, bukit-bukit dan pegunungan menjulang adalah pesona yang teramat sayang dilewatkan. Sembalun adalah kecamatan di lembah dataran tinggi Rinjani, gunung api tertinggi kedua di Indonesia.

Jaraknya dari Kota Mataram, ibu kota Nusa Tenggara Barat (NTB), berkisar 90 kilometer atau kurang dari dua jam perjalanan mobil ke arah timur laut.

Sembalun juga menjadi salah satu dari dua ”gerbang” pendakian ke gunung setinggi 3.726 meter dari permukaan laut (mdpl) tersebut. Gerbang lainnya adalah melalui Senaru di Kabupaten Lombok Utara.

Namun, Sembalun pun bukan hanya Rinjani. Di wilayah subur itu juga terbentang rangkaian gunung-gunung dan perbukitan yang menawarkan pemandangan tak kalah spektakuler. Salah satunya adalah Bukit Pergasingan.

Bukit setinggi 1.620 mdpl itu berada di sisi utara Desa Sembalun, satu dari lima desa di Kecamatan Sembalun. Lembah Sembalun sendiri berketinggian sekitar 1.100 mdpl dengan hawa udara sejuk.

Pergasingan merupakan salah satu destinasi favorit bagi pencinta wisata trekking dan jelajah alam kelas pemula atau umum. Bagi pendaki gunung, Pergasingan bisa jadi tempat latihan atau uji coba sebelum mendaki Rinjani.

Kompas berkesempatan menjajal trekking di bukit tersebut saat berkunjung pertengahan Maret lalu. Kami ditemani pemandu, Hamka (27), dan porter, Ja’i (20), dari Lembah Rinjani Villa, salah satu dari 10 penginapan yang ada di Sembalun.

Setiap penginapan rata-rata juga menyediakan paket wisata trekking perbukitan ataupun pendakian ke Rinjani. Kalaupun tidak, silakan bertanya kepada pengelola penginapan tentang penyedia jasa tersebut.

”Soft trekking”

Matahari baru saja menyembul dari ufuk. Sinarnya pagi itu menaburi puncak Rinjani dengan kilau keemasan. Kami pun bersiap menjelajahi Pergasingan.

Meskipun berkategori soft trekking, sesungguhnya mendaki Pergasingan tidaklah soft bagi orang awam yang tak terbiasa memanjat gunung. Bukit itu menyajikan tantangan jalur ekstrem dengan kemiringan lereng berkisar 45 derajat-75 derajat.

Bagi Anda yang hendak mencobanya, baiknya menyiapkan kondisi fisik semaksimal mungkin. Jangan lupa pula membawa bekal makanan dan minuman yang cukup. Kekuatan napas dan kaki akan ditempa ujian yang tak ringan.

Di kaki bukit, langkah awal menuju puncak diantar oleh 106 anak tangga berlapis semen. Setelah itu, dilanjutkan melewati jalur setapak lurus yang menyusuri kemiringan lereng bukit.

Hampir seluruh Sembalun bisa terlihat dari ketinggian Pergasingan. Permukiman penduduk serta petak sawah dan kebun terhampar jelas saat menengok ke bawah. Warga Sembalun tak hanya menanam padi, melainkan juga beragam sayur dan buah-buahan sehingga dari ketinggian petak-petak itu terlihat semarak dengan warna yang didominasi hijau.

Makin tinggi naik, makin cantik pula pemandangannya. Ada banyak titik perhentian untuk sekadar menarik napas dan memandang puas-puas ”lukisan” alam itu. Boleh juga sekali-dua ber-selfie untuk kenang-kenangan.

Rasa penasaran untuk mencapai puncak membuat pegal dan sengal sedikit terlupakan. Setelah berjalan mendaki selama tiga jam, waktu tempuh yang terhitung molor karena sekian kali beristirahat dan mengambil gambar, kami pun sampai di ”atap” Pergasingan.

Bagian puncak yang merupakan dataran landai itu adalah lokasi berkemah bagi para pendaki. Hamka mengatakan, kebanyakan orang yang mendaki Pergasingan berangkat pada sore atau malam hari kemudian mendirikan tenda di lokasi tersebut. ”Mereka sengaja bermalam untuk melihat konstelasi bintang galaksi Bima Sakti di langit dan pemandangan matahari terbit di pagi hari sebelum turun bukit,” ujarnya.

Pemandangan di atas Pergasingan memang menawan. Perjuangan berat saat mendaki terbayar lunas dengan keindahan alam yang disajikan. Jauh di bawah adalah Sembalun dengan latar belakang Rinjani dan bukit-bukit yang memagarinya.

Bukit misteri

Hawa dingin pegunungan yang dibawa semilir angin pun membantu meluluhkan lelah. Kumpulan awan rendah dan kabut yang menyelimuti bukit menemani kehadiran kami di tanah sepi itu. Sesekali, titik airnya jatuh memerciki kepala. Awan tebal juga terlihat menutupi puncak Rinjani di kejauhan.

Hamka mengatakan, bukit itu dinamai Pergasingan karena dulunya merupakan tempat para raja dan bangsawan dari berbagai penjuru Pulau Lombok menggelar permainan gasing. Namun, penjelasan kenapa puncak bukit itu yang dipilih sebagai lokasi masih menjadi misteri.

Hamka yang juga pengurus Sembalun Community Development Centre (SCDC), mengatakan, trekking ke Pergasingan mulai dikelola sebagai paket wisata sejak pertengahan 2014. Selain Pergasingan, sejumlah bukit lain di wilayah Sembalun juga bisa menjadi tujuan wisata trekking, seperti Anak Dara, Telaga, Kanji, Dandaun, dan Propok.

Selain wisatawan lokal yang biasanya terdiri dari mahasiswa maupun pelajar sekolah menengah atas, Pergasingan juga kerap dikunjungi turis asing. Waktu terbaik untuk menjelajahi Pergasingan adalah selama April-Juli atau musim kemarau.

Diralam (59), Kepala Desa Sembalun, yang juga perintis pariwisata, berharap suatu saat nanti ada jembatan gantung yang menghubungkan puncak bukit-bukit di Sembalun seperti di Kinibalu, Malaysia.
 (ENG/RZF/IKA/REK)

Begini Cerita Legenda Meletusnya Gunung Tambora yang Beredar Di Masyarakat Bima

Bima - Meletusnya Gunung Tambora 200 tahun yang lalu ternyata menyimpan berjuta cerita. Salah satu cerita yang beredar di masyarakat adalah legenda mengenai Raja di Tambora yang berbuat jahat kepada seorang ulama hingga menyebabkan gunung setinggi 4.300 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu meletus.

Putri keturunan terakhir Sultan Bima, Siti Maryam Salahuddin atau yang biasa disapa Ina Kau Mary (Ibu Besar Maryam) menceritakan kisah itu saat detikcom dan Tim Ekspedisi NKRI 2015 berkunjung ke kediamannya di Kota Bima. Konon lebih dari 2 abad yang lalu, ada seorang ulama yang membawa ajaran Islam ke daerah Tambora. Ia selalu melarang warga setempat makan daging babi dan anjing karena diharamkan dalam ajaran Islam.

Raja Tambora kala itu tak tahan dengan larangan tersebut. Ia kemudian 'mengerjai' sang ulama dengan mengundang makan daging anjing. Namun sang Raja menipu ulama dengan memberitahukan bahwa daging jamuannya adalah daging kambing.

"Raja mau bikin kapok sama Syeh itu karena dia pernah usir anjing," ujar Maryam.

Setelah jamuan habis dilahap oleh ulama, Raja memberitahukan bahwa daging tersebut adalah daging anjing. Ulama itu marah dan mengutuk Raja hingga terjadi letusan dahsyat Gunung Tambora.

"Tapi ini hanya cerita di masyarakat, tidak ada tertulis dalam naskah kuno," tegas Maryam.

Cerita tersebut ternyata sangat terkenal di kalangan masyarakat Bima. Mayoritas warga Bima mengetahui legenda itu.

"Memang ada cerita begitu. Syeh bawa ajaran Islam dari luar Bima. Kalau tidak salah dari Gowa, Sulawesi Selatan," ujar seorang mahasiswa asal Dompu, Hermansyah.

Namun cerita yang telah turun temurun tersebut tidak terkonfirmasi kebenarannya. Masyarakat hanya mendengar dari mulut ke mulut.


Kamis, 09 April 2015

Pujian Kepala BPOM Soal Tempe, Makanan 'Ajaib' Penuh Khasiat

Jakarta, Masyarakat Indonesia tentu tak asing dengan makanan bernama tempe. Produk dari olahan kacang kedelai ini begitu disukai tak terkecuali oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Roy Sparingga yang memuji manfaatnya terutama untuk kesehatan.

Satu hal yang ada pada tempe namun tak ada pada bahan makanan sayuran lain adalah vitamin B12. Vitamin ini hanya bersumber dari bahan makanan hewani dan penting untuk menjaga fungsi normal otak, sistem saraf, serta pembentukan sel-sel darah.

Gejala seperti lemas, anemia, otot lemah, masalah dalam hal keseimbangan atau saraf, napas pendek, dan sering lupa adalah contoh-contoh tanda tubuh kekurangan vitamin B12.

Baca juga: Tahu & Tempe Tak Cuma Cegah Kanker Tapi Juga Tunda Keriput 

"Orang-orang yang vegetarian biasanya kekurangan vitamin B12. Jadi ini bagus sekali, luar biasa tempe itu. Banyak orang asing juga suka," ujar Roy dalam acara pembukaan Gebyar Bulan Keamanan Pangan di kantor BPOM, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2015).

"Tempe itu makanan ajaib karena membuatnya seperti itu, kadang-kadang diinjak-injak tapi tak pernah membuat keracunan. Tidak satu pun keracunan tempe. Kecuali tempe bongkrek lho ya" lanjut Roy.

Bakteri yang digunakan untuk membuat tempe dikatakan oleh Roy menghasilkan asam laktat dalam proses fermentasinya. Asam laktat tersebut mencegah patogen mencemari tempe sehingga membuatnya sebagai salah satu makanan yang aman untuk dikonsumsi.

Selain itu tempe juga memiliki serat yang baik bagi tubuh. Konsumsi makanan berserat diketahui baik untuk kesehatan pencernaan dan dapat menurunkan berbagai macam risiko penyakit seperti jantung, obesitas, dan kematian dini.

Orang Bertubuh Pendek Lebih Berisiko Terkena Serangan Jantung

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Patut untuk diwaspadai untuk orang dengan tubuh pendek. Penelitian menunjukkan orang bertubuh pendek beresiko lebih besar terkena serangan jantung dibandingkan mereka yang bertubuh tinggi.

Penemuan itu dilakukan dengan membentuk varian bagaimana genetik mempengaruhi tinggi badan yang juga secara langsung berhubungan dengan jantung koroner oleh Profesor Sir Nilesh Samani dari Yayasan Kardiologi Inggris Universitas Leicester.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa ada hubungan antara tinggi badan yang lebih pendek, memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner karena ada hubungan primer dan bukan karena faktor-faktor seperti nutrisi atau kondisi sosial-ekonomi yang buruk," kata Sir Nilesh seperti dilansir Daily Mail, Rabu (8/4).

Para ahli berasumsikan satu alasan. Kemungkinan  orang-orang yang lebih pendek memiliki arteri koroner yang lebih kecil yang lebih rentan. Para peneliti melihat data genetik pada hampir 200.000 orang dengan atau tanpa penyakit jantung koroner, diketahui 180 varian genetik yang mempengaruhi tinggi.

Penelitian ini juga menyelidiki apakah hubungan ini dapat dijelaskan oleh efek lain seseorang yakni faktor-faktor risiko yang diketahui seperti kolesterol, tekanan darah tinggi atau diabetes.

Meskipun, akhirnya mereka menemukan hubungan kolesterol dan lemak hanya sebagian kecil dari hubungan antara tinggi badan dan risiko serangan jantung, peneliti menyimpulkan proses biologis bersama menentukan besarnya orang sampai terkena penyakit jantung koroner.

"Penelitian lebih lanjut dapat menyarankan cara-cara baru untuk mengurangi risiko penyakit jantung," ujar Direktur asosiasi medis BHF Profesor Jeremy Pearson.


Rabu, 08 April 2015

Kaldera Itu Bukti Kengerian Letusan yang Mengubah Dunia

KOMPAS.com – Letusannya terdengar hingga ke Pulau Jawa. Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Thomas Stamfford Raffles, mencatatnya dalam memoar "The History of Java". Ia menggambarkan bunyi letusan Gunung Tambora pada 5 April 1815 itu bagai meriam.

Raffles pun mengutus Letnan Owen Phillips untuk mencari tahu letusan gunung di sisi timur dari Pulau Jawa. Phillips menemui Raja Sanggar yang selamat dari "amarah" Gunung Tambora di Pulau Sumbawa. Dalam catatan Phillips, Raja Sanggar menuturkan bahwa pada 10 April 1815 tiga kolom raksasa muncul dari puncak Gunung Tambora dan membubung tinggi.
 

“Ketiga kolom bergabung menjadi sesuatu yang mengerikan…,” ungkap Raja Sanggar.
 

Kengerian itu tergambar jelas dari kaldera besar yang ada di Gunung Tambora saat ini. Sebelum letusan dahsyat itu, Gunung Tambora memiliki ketinggian mencapai 4.200 meter di atas permukaan laut (mdpl). Letusan yang dahsyat melenyapkan hampir setengah bagian tubuhnya.
 

Kini gunung yang melegenda itu hanya menyisakan ketinggian 2.751 mdpl. Kaldera besar juga tercipta akibat letusan yang membawa petaka hingga daratan Eropa ini.
“Dari bibir kaldera lewat Doro Ncanga masih sekitar 8 jam lagi untuk turun. Itu juga mesti pakai tali,” tutur Anton, porter yang pernah turun ke kaldera Tambora, kepada tim "Ekspedisi Alam Liar" dari Kompas.com. 

Mata kami hanya dapat memandang takjub lubang kaldera yang bertebing curam di segala bagian. Tak terbayangkan penderitaan yang terjadi ketika awan panas, abu, dan batu-batuan vulkanik jatuh ke permukiman warga.

Raja Sanggar kembali mengisahkan, antara pukul 21.00 dan 22.00, abu terus jatuh, diikuti puting beliung yang menerbangkan hampir semua rumah di Sanggar. Tumbuhan raksasa tercerabut bersama akarnya, lalu terbang bersama orang, rumah, ternak, dan apa pun di muka Bumi.
 

Dampaknya tak hanya terasa di Pulau Sumbawa ataupun di seluruh bagian Nusantara. Pada tahun 1816, Eropa dan bagian utara dunia lainnya mengalami tahun tanpa musim panas yang mengubah dunia. Berbagai penelitian menyebutkan, tahun tanpa musim panas merupakan dampak dari letusan mahadahsyat dari Gunung Tambora.
 

Eropa mengalami musim dingin berkepanjangan yang berujung pada gagal panen dan kelaparan. Sejarah terbentuk dari tahun tanpa musim panas itu, mulai dari beragam penemuan, kisah horor melegenda, migrasi penduduk, hingga konon kekalahan Napoleon Bonaparte.
Kaldera nan luas

Kini, memandang kaldera Tambora di depan mata, napas kembali terhela dengan kepala sedikit menunduk. Sepasang mata tak cukup untuk memandangi seluruh bagian kawah yang pernah menggemparkan dunia tersebut.
 

“Besar banget. Bayangkan hampir 7 kilometer diameternya,” ujar Kristianto Purnomo, fotografer
 Kompas.com yang tergabung dalam ekspedisi tersebut. 

Dengan diameter sepanjang itu, jika ditempuh oleh kendaraan bermotor dengan kecepatan 20 kilometer per jam, maka memerlukan waktu sekitar 3 menit. Sementara kedalaman dasar kaldera diperkirakan mencapai 1 kilometer. Fikria Hidayat, salah satu anggota tim ekspedisi yang pernah turun ke dasar kaldera, mengatakan perlu waktu hingga 8 jam perjalanan dengan beberapa bagian medan yang sangat curam.
Dari bibir kaldera, menghadap barat laut, gugusan Pulau Moyo dan Pulau Satonda tampak di depan mata. Di sebelah utara dari titik akhir pendakian lewat Doro Ncanga, Anton menunjuk jalur pendakian lain yang melewati Desa Kawinda Toi, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima. 

Sementara di ujung sisi barat, terdapat jalur pendakian melewati Desa Pancasila. Di arah timur, masih ada lagi jalur pendakian yaitu melewati Desa Sanggar.
 

Asap tipis mengepul di sisi barat laut dasar kaldera. Diikuti juga dengan awan-awan yang tipis ketika berada di bibir kaldera. Selepas tahun 1815, sang Tambora berupsi kembali, tetapi dengan skala yang jauh lebih kecil.
 

Tercatat pada 1819, selama 1847-1913 yang membentuk kerucut Doro Afi Toi, dan terakhir kali pada 1967. Anak gunung yang baru terbentuk tak dapat terlihat dari bibir kaldera jalur Doro Ncanga. Jika dilihat dari jalur Pancasila, Doro Afi Toi dapat terlihat. Tambora tidak benar-benar mati. Ia hanya tertidur sebentar. Seakan menanti waktu untuk terbangun dan kembali menunjukkan kedahsyatannya.

Senin, 06 April 2015

Siap-siap, Mulai 1 Mei Tarif Listrik Rumah Tangga Naik

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Bersiap, tarif listrik kembali akan naik. Pemerintah akan memberlakukan penyesuaian tarif listriksesuai pasar untuk golongan rumah tangga berdaya 1.300 dan 2.200 VA mulai Mei 2015 mendatang.
Rencana tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM No 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Permen ESDM No 31 Tahun 2014 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara yang dikutip dari situs Kementerian ESDM, Minggu (5/4).
Sesuai Permen ESDM 9/2015 yang ditandatangani Menteri ESDM Sudirman Said pada 4 Maret 2015, penyesuaian tarif (tariff adjustment) tersebut akan dilaksanakan setiap bulan dengan mengacu pada tiga indikator pasar yang mempengaruhi biaya pokok penyediaan (BPP) listrik.
Ketiga indikator tersebut adalah kurs rupiah terhadap dolar AS, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia crude price (ICP), dan inflasi.
Permen ESDM 9/2016 juga menyebutkan, penetapan tarif penyesuaian rumah tangga 1.300 dan 2.200 VA pada Mei 2015 mengacu realisasi ketiga indikator pasar selama satu bulan pada bulan kedua sebelum pemberlakuan atau Maret 2015.
Saat ini, konsumen rumah tangga R1 berdaya 1.300 dan 2.200 VA dikenakan tarif tetap Rp 1.352 per kWh.
Pada Mei 2015, kedua golongan konsumen tersebut akan diberlakukan penyesuaian tarif yang bisa naik atau turun tergantung realisasi kurs, ICP, dan inflasi selama Maret 2015.
Penyesuaian tarif ditetapkan PT PLN (Persero) sesuai formula yang diatur pemerintah. PLN melaporkan penetapan penyesuaian tarif tersebut kepada Menteri ESDM setiap bulan.
Sebelumnya, sesuai Permen ESDM No 31 Tahun 2014 yang ditandatangani 5 November 2015, pemerintah akan memberlakukan penyesuaian tarif sesuai pasar untuk 12 golongan konsumen listrik termasuk rumah tangga 1.300 dan 2.200 VA mulai 1 Januari 2015.
Namun, khusus untuk dua golongan yakni rumah tangga 1.300 dan 2.200 VA, pemerintah menunda pemberlakuannya dan akhirnya sesuai sesuai Pasal 5 ayat (2) Permen ESDM 9/2015 akan menerapkan mulai 1 Mei 2015.
Penundaan penyesuaian tarif rumah tangga 1.300 dan 2.200 VA tersebut sudah mendapat persetujuan Komisi VII DPR dengan kompensasi penambahan subsidi listrik sebesar Rp 1,3 triliun pada rapat kerja dengan Menteri ESDM beberapa waktu lalu.
Sedangkan, 10 golongan lainnya tetap diberlakukan penyesuaian tarif sejak 1 Januari 2015. Kesepuluh golongan pelanggan itu adalah rumah tangga menengah R2 dengan daya 3.500-5.500 VA, rumah tangga besar R3 dengan daya 6.600 VA ke atas, bisnis menengah B2 6.600-200.000 VA, kantor pemerintah P1 6.600-200.000 VA, dan penerangan jalan umum P3.
Lainnya, bisnis besar B3 di atas 200.000 VA, industri besar I3 di atas 200.000 kVA, pemerintah P2 di atas 200 kVA, industri besar I4 berdaya 30 MVA ke atas dan golongan khusus L/TR, TM, dan TT.