Setiap saat dalam hidup kita adalah sebuah titik balik yang bisa digunakan untuk merubah hidup dengan melakukan sesuatu yang baru
Minggu, 20 November 2016
Benarkah Jus Jambu Menaikkan Trombosit?
Jambu biji dalam bahasa latin dikenal sebagai Psidium Guajava saat ini banyak digunakan sebagai alternatif mempercepat penyembuhan pada demam berdarah. Hal ini disebabkan karena kandungan buah jambu biji (terutama yang berwarna merah) kaya akan vitamin C dan flavonoid kuercetin (banyak pada daunnya).
Adapun cara kerja zat aktif dalam jambu biji, kandungan vitamin C membantu meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan infeksi virus yang menyebabkan penyakit demam berdarah.
Sedangkan kuercetin akan menghambat proses virus memperbanyak diri dalam tubuh manusia sehingga jumlah virus yang menyerang tubuh menjadi lebih sedikit jumlahnya, dengan demikian jumlah trombosit yang diserang juga berkurang.
Kuercetin ini juga membantu mengobati kerapuhan pembuluh darah kapiler yang terjadi akibat serangan virus sehingga kejadian perdarahan yang sering menjadi komplikasi demam berdarah juga berkurang.
Adapun cara untuk mengkonsumsi jambu biji dengan merebus daun dan air rebusan itu lah yang diminum, karena kandungan kuercetin paling banyak di daunnya. Buah jambu biji juga bisa dikonsumsi dengan membuat jus jambu atau dimakan dalam bentuk buah potong untuk mendapatkan manfaat vitamin C yang terkandung didalamnya.
Konsumsi jambu biji maupun daunnya sebaiknya disesuaikan dengan kondisi pasien saat itu, dengan mempertimbangkan keadaan umum pasiennya. Jika tidak ada masalah yang menjadi halangan misalnya gangguan pencernaan maupun perdarahan, maka jambu biji maupun rebusan daunnya dapat diberikan 3-4x sehari.
Senin, 14 November 2016
Begini Cara Ponsel Merusak Kesehatan Mental dan Fisik
KOMPAS.com - Ponsel Anda adalah sumber
kegembiraan ketika Anda sedang chatting dengan teman-teman. Juga bermanfaat
untuk banyak hal lain seperti mengirim email, menjadi alarm agar Anda tak
terlambat bangun dan lain sebagainya.
Tapi,
terlalu lekat dengan ponsel juga tidak baik karena bisa memicu gangguan
kesehatan baik fisik maupun mental.
Nomophobia
Kecanduan
ponsel adalah suatu gangguan yang nyata ada. Para ahli menamakannya
"nomophobia" (no-mobile-phone-phobia alias fobia jika tidak membawa
ponsel).
Sebuah
survei terbaru menemukan bahwa 84 persen dari populasi dunia mengatakan, mereka
tidak bisa pergi ke luar rumah tanpa ponsel.
Penelitian
lain menunjukkan, bahwa hampir dua-pertiga remaja dan dewasa muda memeriksa
ponsel mereka setiap 15 menit atau bahkan kurang dari itu. Kecemasan dan stres
pada orang dengan nomophobia menyangkut kekhawatiran jika tidak bisa memantau
media sosial.
Solusinya: "Saran saya, yang terbaik
adalah berlatih untuk tidak memeriksa ponsel selama beberapa waktu," kata
Dr Larry Rosen, profesor psikologi di California State University.
Jika Anda
mengalami kesulitan melakukannya, Rosen menyarankan Anda memeriksa telepon
selama satu menit, kemudian mematikannya dan menempatkannya terbalik di depan
mata selama 15 menit. Setelah itu, nyalakan lagi dan cek selama satu menit dan
ulangi proses yang sama.
Perlahan,
tingkatkan waktu 15 menit menjadi 20, 25, 30 dan seterusnya. Anda akan
merasakan, bahwa tidak akan terjadi apa-apa jika Anda harus berpisah dari
ponsel dan bahwa kecemasan Anda itu bukan sesuatu yang nyata.
Sarang kuman
Sarang kuman
Studi dari
University of Arizona menemukan bahwa rata-rata ponsel memiliki jumlah kuman
hingga 10 kali jumlah kuman yang ditemukan di kamar mandi! Kita sering
menempatkan ponsel di atas yang kotor, atau memegangnya tanpa mencuci tangan.
Solusinya: Bersihkan ponsel Anda dengan tisu
antibakteri sesering yang Anda bisa. Cuci tangan sebelum memegang ponsek Anda
dan hati-hati dalam menaruh ponsel. Jangan menaruhnya di tempat yang kotor dan
banyak kuman.
Meningkatkan
risiko kecelakaan
Menggunakan
ponsel Anda meningkatkan peluang Anda terluka parah. Para ilmuwan di Carnegie
Mellon University memelajari otak pengemudi yang menggunakan telepon seluler
saat berkendara.
Mereka
menemukan bahwa hanya dengan mendengarkan seseorang bicara saja, aktivitas otak
berkurang sebesar 37 persen.
Studi lain
oleh University of Washington menemukan bahwa orang yang berjalan kaki sambil
berkirim pesan empat kali lebih mungkin untuk mengabaikan rambu lalu-lintas
atau lupa untuk melihat kek kanan dan kiri sebelum menyeberang.
Solusinya: Jika Anda sedang berkendara atau
berjalan di tempat ramai kendaraan, lupakan dulu ponsel Anda dan fokuslah ke
jalan. Hal yang sama berlaku ketika Anda sedang dalam situasi yang berisiko,
misalnya ketika sedang menjalankan mesin.
Mengganggu
tidur
Menatap
gadget, TV dan komputer pada malam hari akan menganggu produksi hormon
melatonin atau hormon yang membuat kita mengantuk. Yang menjadi penyebabnya
adalah sinar biru yang terpancar dari layar peralatan-peralatan elektronik
tersebut.
Kurang tidur
dapat menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan, termasuk depresi, kenaikan
berat badan.
Solusinya: Para ilmuwan di National Sleep
Foundation menyarankan, agar Anda menjauhi cahaya buatan (termasuk dari lampu)
sebelum tidur dan melakukan kegiatan lain untuk bersantai tanpa alat elektronik
seperti membaca buku.
Merenggangkan
hubungan
Terus-menerus
memeriksa ponsel saat Anda bersama dengan keluarga atau kawan dekat, dapat
membuat orang lain merasa tidak dihargai dan akhirnya ini bisa merenggangkan
hubungan kita dengan sesama atau dengan orang-orang terdekat.
Solusinya: Ingatkan diri Anda, bahwa Anda
dapat memeriksa telepon Anda nanti. Masukkan ponsel ke dalam tas dan pasang
mode "sunyi" atau hanya "bip" saat Anda sedang menghabiskan
waktu dengan teman dan keluarga.
Sabtu, 12 November 2016
WhatsApp Perkuat Keamanan Agar Tak Gampang Bobol
Jakarta - Update terbaru WhatsApp
menjanjikan keamanan lebih baik lagi bagi penggunanya. Pasalnya, layanan pesan
instan ini menjanjikan verifikasi ganda yang mencegah akun dikerjai pihak tak
bertanggung jawab.
Verifikasi tersebut akan hadir melalui update versi 2.16.341. Namun seperti dilansir Phone Arena, fitur ini awalnya masih dalam status dijajal oleh beta user. Meski demikian sepertinya tidak akan memakan waktu lama untuk sampai ke tangan pengguna awam.
Seperti diketahui, ketika pertama kali menggunakan akun WhatsApp penggunanya diharuskan memasukan nomor telepon. Yang kemudian sebagai langkah verifikasi, WhatsApp akan mengirimkan passcode via SMS ke nomor telepon yang didaftarkan.
Meski kelihatannya sudah cukup aman, WhatsApp masih melihat potensi kerentanan pada metode keamanan yang digunakannya itu. Pengguna masih bisa kecolongan akun miliknya bila nomor telepon yang terdaftar dimanfaatkan pihak tak bertanggungjawab.
Oleh karenanya dibuatlah verifikasi ganda. Jadi selain memasukkan nomor telepon, pengguna juga wajib mendaftarkan alamat email yang valid. Sehingga ketika suatu saat pengguna perlu mendaftarkan ulang akun WhatsApp miliknya, alamat email yang terdaftar juga akan diminta untuk verifikasi, selain passcode enam digit yang dikirim via SMS.
Improvisasi lainnya di update terbaru WhatsApp adalah kemampuan memutar audio di background. Maksudnya adalah bila pengguna mendapat pesan suara, kemudian diputar, isinya akan tetap bisa didengar meski ketika pengguna beralih ke aplikasi lain.
Verifikasi tersebut akan hadir melalui update versi 2.16.341. Namun seperti dilansir Phone Arena, fitur ini awalnya masih dalam status dijajal oleh beta user. Meski demikian sepertinya tidak akan memakan waktu lama untuk sampai ke tangan pengguna awam.
Seperti diketahui, ketika pertama kali menggunakan akun WhatsApp penggunanya diharuskan memasukan nomor telepon. Yang kemudian sebagai langkah verifikasi, WhatsApp akan mengirimkan passcode via SMS ke nomor telepon yang didaftarkan.
Meski kelihatannya sudah cukup aman, WhatsApp masih melihat potensi kerentanan pada metode keamanan yang digunakannya itu. Pengguna masih bisa kecolongan akun miliknya bila nomor telepon yang terdaftar dimanfaatkan pihak tak bertanggungjawab.
Oleh karenanya dibuatlah verifikasi ganda. Jadi selain memasukkan nomor telepon, pengguna juga wajib mendaftarkan alamat email yang valid. Sehingga ketika suatu saat pengguna perlu mendaftarkan ulang akun WhatsApp miliknya, alamat email yang terdaftar juga akan diminta untuk verifikasi, selain passcode enam digit yang dikirim via SMS.
Improvisasi lainnya di update terbaru WhatsApp adalah kemampuan memutar audio di background. Maksudnya adalah bila pengguna mendapat pesan suara, kemudian diputar, isinya akan tetap bisa didengar meski ketika pengguna beralih ke aplikasi lain.
Jumat, 11 November 2016
Makin Sering Menatap Layar Ponsel, Kualitas Tidur Makin Mengkhawatirkan
Jakarta, Seberapa
sering manusia modern menggunakan ponsel dalam keseharian? Yang pasti,
penelitian membuktikan bahwa paparan cahaya dari layar ponsel besar pengaruhnya
pada kualitas tidur.
Demikian yang terungkap dalam sebuah penelitian di jurnal PLoS ONE. Para ilmuwan dari Flinders University yang melakukan penelitian itu menemukan bahwa ketergantungan manusia modern terhadap ponsel sudah mengkhawatirkan.
Pengamatan selama 30 hari menunjukkan rata-rata seseorang menghabiskan waktu 38,4 jam untuk menatap layar ponsel. Ini berarti setara dengan 1 jam 29 menit setiap hari. Makin muda usia seseorang, waktu yang dihabiskan untuk menggunakan ponsel cenderung semakin lama.
Seperti yang terungkap dalam berbagai penelitian terdahulu, hasil penelitian ini juga menegaskan kaitannya dengan kualitas tidur. Paparan ponsel membuat manusia modern membutuhkan waktu lebih lama untuk jatuh tertidur, dan lebih sedikit total waktu tidurnya.
Baca juga: Studi: Sulit Lepas dari Media Elektronik, Tidur Remaja Jadi Taruhan
Paparan cahaya ponsel berhubungan dengan produksi melatonin, hormon yang bertanggung jawab pada siklus rasa kantuk. Kekurangan hormon melatonin menyebabkan siklus tidur berantakan.
Namun seperti dikutip dari Livescience, Jumat (12/11/2016), penelitian ini tidak menyimpulkan adanya hubungan sebab akibat. Bisa jadi lamanya menggunakan ponsel memang mengganggu tidur, tapi bisa juga penggunaan ponsel jadi lebih lama justru karena tidak bisa tidur.
Baca juga: Terserang Smartphone Blindness, 2 Orang Ini Mendadak Buta Sebelah(up/vit)
Demikian yang terungkap dalam sebuah penelitian di jurnal PLoS ONE. Para ilmuwan dari Flinders University yang melakukan penelitian itu menemukan bahwa ketergantungan manusia modern terhadap ponsel sudah mengkhawatirkan.
Pengamatan selama 30 hari menunjukkan rata-rata seseorang menghabiskan waktu 38,4 jam untuk menatap layar ponsel. Ini berarti setara dengan 1 jam 29 menit setiap hari. Makin muda usia seseorang, waktu yang dihabiskan untuk menggunakan ponsel cenderung semakin lama.
Seperti yang terungkap dalam berbagai penelitian terdahulu, hasil penelitian ini juga menegaskan kaitannya dengan kualitas tidur. Paparan ponsel membuat manusia modern membutuhkan waktu lebih lama untuk jatuh tertidur, dan lebih sedikit total waktu tidurnya.
Baca juga: Studi: Sulit Lepas dari Media Elektronik, Tidur Remaja Jadi Taruhan
Paparan cahaya ponsel berhubungan dengan produksi melatonin, hormon yang bertanggung jawab pada siklus rasa kantuk. Kekurangan hormon melatonin menyebabkan siklus tidur berantakan.
Namun seperti dikutip dari Livescience, Jumat (12/11/2016), penelitian ini tidak menyimpulkan adanya hubungan sebab akibat. Bisa jadi lamanya menggunakan ponsel memang mengganggu tidur, tapi bisa juga penggunaan ponsel jadi lebih lama justru karena tidak bisa tidur.
Baca juga: Terserang Smartphone Blindness, 2 Orang Ini Mendadak Buta Sebelah(up/vit)
Jumat, 25 Desember 2015
Kamis, 25 Juni 2015
Dibanding jeruk, 8 makanan ini lebih kaya vitamin C
Merdeka.com
- Vitamin C adalah antioksidan yang kuat.
Itu bisa membantu mencegah kanker dan menghilangkan racun yang terakumulasi dalam
tubuh. Vitamin C juga dapat mencegah perdarahan gusi dan mengobati sakit mulut.
Vitamin C juga diketahui dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan berkontribusi dalam produksi hormon tertentu dalam tubuh seperti dopamin dan hormon peptida. Salah satu sumber vitamin C yang sering kita konsumsi adalah jeruk. Namun jeruk bukan satu-satunya sumber vitamin C, karena ada makanan lain yang memiliki kandungan vitamin C lebih tinggi.
Berikut adalah delapan makanan yang memiliki kandungan vitamin C lebih tinggi dibanding jeruk, seperti dilansir Boldsky.
1. Stroberi
Stroberi adalah sumber vitamin C selain jeruk. Vitamin C berperan sebagai antioksidan yang kuat. Itu dapat membantu menghilangkan racun dari tubuh dan mencegah risiko kanker. Stroberi juga membantu dalam membakar lemak tubuh karena mengandung anthocyanin.
2. Nanas
Nanas mengandung lebih banyak vitamin C daripada jeruk dan juga kaya serat. Buah ini juga mengandung tiamin (vitamin B jenis) yang membantu dalam produksi energi. Buah nanas juga kaya mangan yang baik untuk menjaga kesehatan tulang.
3. Brokoli
Brokoli merupakan sumber vitamin C yang baik untuk tubuh dan dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan. Brokoli juga dapat mengatasi sembelit dan mengurangi peradangan. Brokoli juga kaya akan vitamin E dan A, kedua vitamin itu baik untuk kulit dan mata.
3. Mangga
Mangga mengandung lebih banyak vitamin C daripada jeruk. Buah ini juga mengandung serat dan vitamin A.
4. Kiwi
Kiwi adalah sumber vitamin C yang baik untuk jantung dan otot karena mengandung magnesium dan potasium. Selain itu, kiwi juga mengandung folat dan seng, jadi buah ini sangat baik bagi mereka yang mengalami anemia.
5. Kembang kol
Selain mengandung vitamin C, kembang kol juga mengandung protein, folat, vitamin B kompleks dan kalium. Sayur ini baik untuk jantung karena mengandung sulforaphane, zat yang dapat mengurangi tekanan darah tinggi dan meningkatkan kinerja ginjal.
6. Pepaya
Buah pepaya kaya vitamin C yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah risiko kanker. Pepaya juga dapat meningkatkan kesehatan pencernaan karena mengandung banyak enzim pencernaan.
7. Jambu
Jambu biji sangat baik untuk penderita diabetes dan dapat membantu menurunkan berat badan. Buah ini juga dapat menormalkan tekanan darah tinggi dan mengatasi flu. Jambu biji juga baik untuk Anda penglihatan karena mengandung vitamin A.
8. Cabai dan paprika
Cabai dan paprika sangat kaya akan vitamin C. Cabai juga mengandung zat yang dikenal sebagai capsaicin, yang dapat mengurangi nyeri sendi.
Inilah delapan makanan yang memiliki kandungan vitamin C lebih tinggi dibanding jeruk. Kurangi mengonsumsi suplemen vitamin, karena Anda bisa mendapatkannya langsung dari buah-buahan dan sayuran segar.
Vitamin C juga diketahui dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan berkontribusi dalam produksi hormon tertentu dalam tubuh seperti dopamin dan hormon peptida. Salah satu sumber vitamin C yang sering kita konsumsi adalah jeruk. Namun jeruk bukan satu-satunya sumber vitamin C, karena ada makanan lain yang memiliki kandungan vitamin C lebih tinggi.
Berikut adalah delapan makanan yang memiliki kandungan vitamin C lebih tinggi dibanding jeruk, seperti dilansir Boldsky.
1. Stroberi
Stroberi adalah sumber vitamin C selain jeruk. Vitamin C berperan sebagai antioksidan yang kuat. Itu dapat membantu menghilangkan racun dari tubuh dan mencegah risiko kanker. Stroberi juga membantu dalam membakar lemak tubuh karena mengandung anthocyanin.
2. Nanas
Nanas mengandung lebih banyak vitamin C daripada jeruk dan juga kaya serat. Buah ini juga mengandung tiamin (vitamin B jenis) yang membantu dalam produksi energi. Buah nanas juga kaya mangan yang baik untuk menjaga kesehatan tulang.
3. Brokoli
Brokoli merupakan sumber vitamin C yang baik untuk tubuh dan dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan. Brokoli juga dapat mengatasi sembelit dan mengurangi peradangan. Brokoli juga kaya akan vitamin E dan A, kedua vitamin itu baik untuk kulit dan mata.
3. Mangga
Mangga mengandung lebih banyak vitamin C daripada jeruk. Buah ini juga mengandung serat dan vitamin A.
4. Kiwi
Kiwi adalah sumber vitamin C yang baik untuk jantung dan otot karena mengandung magnesium dan potasium. Selain itu, kiwi juga mengandung folat dan seng, jadi buah ini sangat baik bagi mereka yang mengalami anemia.
5. Kembang kol
Selain mengandung vitamin C, kembang kol juga mengandung protein, folat, vitamin B kompleks dan kalium. Sayur ini baik untuk jantung karena mengandung sulforaphane, zat yang dapat mengurangi tekanan darah tinggi dan meningkatkan kinerja ginjal.
6. Pepaya
Buah pepaya kaya vitamin C yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah risiko kanker. Pepaya juga dapat meningkatkan kesehatan pencernaan karena mengandung banyak enzim pencernaan.
7. Jambu
Jambu biji sangat baik untuk penderita diabetes dan dapat membantu menurunkan berat badan. Buah ini juga dapat menormalkan tekanan darah tinggi dan mengatasi flu. Jambu biji juga baik untuk Anda penglihatan karena mengandung vitamin A.
8. Cabai dan paprika
Cabai dan paprika sangat kaya akan vitamin C. Cabai juga mengandung zat yang dikenal sebagai capsaicin, yang dapat mengurangi nyeri sendi.
Inilah delapan makanan yang memiliki kandungan vitamin C lebih tinggi dibanding jeruk. Kurangi mengonsumsi suplemen vitamin, karena Anda bisa mendapatkannya langsung dari buah-buahan dan sayuran segar.
Langganan:
Postingan (Atom)

